KATO NAN AMPEK ( KATA YANG EMPAT ) ADAT MINANGKABAU
Bicara budaya minang kabau tidak akan lepas dari berbagai macam falsafah
adatnya yang kaya akan makna dan filosofi kehidupan masyarakatnya yang
sangat memegang teguh adat. berbagai macam filosofi atau ungkapan
ungkapan adat yang memberikan contoh untuk bertindak bagi masyarakat
minang kabau. diantaranya ialah ungkapan adat " tau di kato nan Ampek" tahu dengan kata yang Empat. kato mandaki (kata
mendaki) merupakan sebuah ungkapan pendidikan bagai mana cara
berbicara dan bersikap kepada orang yang lebih tu dari kita. kato mandaki merupakan
sikap sikap yang kita tunjukan kepada orang yang lebih tu seperti kalau
berbicara tidak membentak/ kasar, mendengarkan nasihatnya, tidak
membantah pembicaraan atau pengajarannya. Ungkapan kata mendaki ini
adalah cara pergaulan kepada orang yang lebih tua seperti anak kepada
orang tuanya, kemanakan kepada mamak, murid kepada guru dan adik kepada
kak. kato manurun (kata menurun) ungkapan yang
menggambarkan bagai mana cara bersikap, berbicara seseorang dengan yang
lebih muda dengannya. di artikan juga dengan tindakan mengayomi,
menyayangi yang lebih kecil dari kita. ungkapan ini di gunakan oleh
orang tua kepada anak, guru kepada murid ,mamak kepada kemanakan dll.
kato mandata (kata mendatar) kato mandata ialah
ungkapan sikap berbuatan atau tindakan, cara berbicara kepada yang sama
besar dengan kita. ungkapan ini digunakan oleh teman sepermainan. saling
menghormati dan menghargai sebaya dengan kita. kato malereng
ungkapan sikap tindakan dan cara berbicara dengan orang yang kita
segani, hormati. ungkapan ini ditujukan dalam pergaulan sehari hari
antara mando jo sumando, ipa jo bisan ....................................... ungkapan kato nan ampek atau biasa juga disebut dengan jalan nan Ampek sudah
menjadi ciri khas pergaualan masyarakat Minang kabau dari nenek moyang
sampai pada saat sekarang ini. orang minang yang salah berperilaku atau
menempatkan posisinya disebut dengan indak tau jo nan ampek atau urang indak baradaik. pergaulan sehari hari orang Minang Kabau dapat digambarkan dengan ungkapan adat: nan tuo di hormati nan ketek di sayangi samo gadang baok baiyo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar