Rabu, 10 Juni 2015

KATO NAN AMPEK ( KATA YANG EMPAT ) ADAT MINANGKABAU

Bicara budaya minang kabau tidak akan lepas dari berbagai macam falsafah adatnya yang kaya akan makna dan filosofi kehidupan masyarakatnya yang sangat memegang teguh adat. berbagai macam filosofi atau ungkapan ungkapan adat yang memberikan contoh untuk bertindak bagi masyarakat minang kabau. diantaranya ialah ungkapan adat " tau di kato nan Ampek" tahu dengan kata yang Empat. kato mandaki (kata mendaki) merupakan sebuah ungkapan pendidikan bagai mana cara berbicara dan bersikap kepada orang yang lebih tu dari kita. kato mandaki merupakan sikap sikap yang kita tunjukan kepada orang yang lebih tu seperti kalau berbicara tidak membentak/ kasar, mendengarkan nasihatnya, tidak membantah pembicaraan atau pengajarannya. Ungkapan kata mendaki ini adalah cara pergaulan kepada orang yang lebih tua seperti anak kepada orang tuanya, kemanakan kepada mamak, murid kepada guru dan adik kepada kak. kato manurun (kata menurun) ungkapan yang menggambarkan bagai mana cara bersikap, berbicara seseorang dengan yang lebih muda dengannya. di artikan juga dengan tindakan mengayomi, menyayangi yang lebih kecil dari kita. ungkapan ini di gunakan oleh orang tua kepada anak, guru kepada murid ,mamak kepada kemanakan dll. kato mandata (kata mendatar) kato mandata ialah ungkapan sikap berbuatan atau tindakan, cara berbicara kepada yang sama besar dengan kita. ungkapan ini digunakan oleh teman sepermainan. saling menghormati dan menghargai sebaya dengan kita. kato malereng ungkapan sikap tindakan dan cara berbicara dengan orang yang kita segani, hormati. ungkapan ini ditujukan dalam pergaulan sehari hari antara mando jo sumando, ipa jo bisan ....................................... ungkapan kato nan ampek atau biasa juga disebut dengan jalan nan Ampek sudah menjadi ciri khas pergaualan masyarakat Minang kabau dari nenek moyang sampai pada saat sekarang ini. orang minang yang salah berperilaku atau menempatkan posisinya disebut dengan indak tau jo nan ampek atau urang indak baradaik. pergaulan sehari hari orang Minang Kabau dapat digambarkan dengan ungkapan adat: nan tuo di hormati nan ketek di sayangi samo gadang baok baiyo.

Jumat, 30 Januari 2015

Lirik Cinta Simpul Mati ( Scout Lampung )

Berawal dari ku tatap matamu
Dan kau jabatkan tanganmu
Tuk saling berkenalan
Getaran cinta kian terus membelenggu
Ku rasa ku tlah jatuh cinta
Di perkemahan ini

Tlah ku katakan
Besarnya rasa cintaku
Dan kau pun tersipu malu
Dan kau balas cintaku
Baret dan Kacu diam jadi saksi bisu
Ku rasa ku tlah jatuh cinta
Di bumi perkemahan

Reff :
Biarkan cinta kita erat bagai simpul mati
Misteri bagai sandi rumput
Sekokoh bagai pioneering
Ku ingin engkau tau besarnya rasa cintaku
Menyala bagai api unggun
Abadi seperti cikal di dadaku

Tlah ku katakan
Besarnya rasa cintaku
Dan kau pun tersipu malu
Dan kau balas cintaku
Baret dan Kacu diam jadi saksi bisu
Ku rasa ku tlah jatuh cinta
Di bumi perkemahan

Back to Reff 2x
Abadi seperti
Abadi seperti
Abadi seperti cikal didadaku