Rabu, 12 Februari 2014

Cara Jitu Menghapus Virus RECYCLER,Autorun.Inf,Copy of Shortcut to (1)(2)(3)(4) Shortcut FalshDisk

Selamat datang kembali,anda sedang membuka halamanCara Menghapus Virus RECYCLER,Autorun.Inf,Copy of Shortcut to (1,2,3,4) Shortcut di FlashDisk yang telah kami publikasikan di blog sederhana berkonsep Tutorial Blog dan Seo Blogspot ini.Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan anda,dan kami ucapkan selamat membaca!

Cara Jitu Menghapus Virus RECYCLER,Autorun.Inf,Copy of Shortcut to (1)(2)(3)(4) Shortcut FalshDisk

Cara Menghapus Virus RECYCLER,Autorun.Inf,Copy of Shortcut to 1,2,3,4 Shortcut
Sedikit bergeser dari tema dasar blog sederhana ini gan,kali ini penulis hanya ingin sedikit berbagi informasi kaitannya dengan duniakomputer,yakni 'mengatasi virus RECYCLER,Autorun.Inf,Copy of Shortcut to (1)(2)(3)(4) Shortcut FalshDisk.

Sekali lagi,meskipun info ini sudah usang,namun tak ada salahnya untuk kembali kami publikasikan mengingat pasti banyak dari sobat blogger yang belum mengetahuinya.(sok tahu gue ya,hihi)
Seringnya menggunakan flashdisk untuk keperluan menyimpan data,sampai ga merhatiin main colok aja di warnet sebelah,eh taunya.. ditumpangin virus ni.

Yup,flashdisk yang terjangkit 'penyakit' ini,virus tersebut akan menggerogoti memory dalam flashdisk sehingga tanpa ada data yang tersimpan pun flashdisk dalam ukuran memori kecil dapat 'keok'.

Memang hanya akan menampilkan beberapa shortcut file,seperti;
RECYCLER
Autorun.Inf
Copy of Shortcut to (1)
Copy of Shortcut to (2)
Copy of Shortcut to (3)
Copy of Shortcut to (4)
Dan file tersebut hanya berukuran 1kb,lalu dimana penimbunan memory tersebut?

Yup,dalam folder RECYCLER,yang semua file didalamnya memiliki ekstention *.exe,yang jadi pertanyaan,bagaimana menampilkan folder RECYCLER tersebut? Lalu bagaimana menghapus folder Autorun.inf yang merupakan pengontrol dari folder 'RECYCLER'?

Langkah intinya seperti ini:
Terlebih dahulu kita harus menampilkan folder Recycler,
Sobat lari ke Run (ini untuk membuka command prompt pent-)
Trik sederhana memhapus virus, shortCut ink,Recycler,Autorun inf

Selanjutnya ketik 'cmd' lalu klik 'OK'

Hentikan VIRUS SHORTCUT/autorun.inf/recycle

Lalu,lihat DRIVE mana letak flash sobat,misal di (E:),maka ketik dalam command prompt seperti ini:

E: lalu tekan Enter

Folders turn shortcut & recycler appear

Dan kemudian ketik:

attrib -s -h /s,jangan lupa beri 'spasi' ya,lalu tekan Enter

Menghapus Virus Copy of Shortcut 1 Recycler Autorun.inf Win32

Sekarang sobat ketik dir

Cara Menghapus Autorun.inf RECYCLER Pada Flashdisk

Atau sobat bisa lihat isi flashdisk,untuk milik saya sendiri akan tampil seperti ini:

Cara Menghapus Autorun.inf dan Recycler di Komputer

Dan meskipun folder RECYCLER,dan file file Shortcut saya hapus,selang beberapa detik file tersebut akan muncul kembali,mengapa hal ini bisa terjadi?
Ya,karena dikontrol oleh folder Autorun.Inf,yang mana sobat pasti kesulitan dalam menghapus folder Autorun.Inf ini,untuk itu tugas kita selanjutnya adalah menghapus folder 'Autorun.Inf' ini.

Caranya,sobat kembali ke jendela command prompt dan ketik seperti ini:

RD / S / Q \\.\ Nama Drive\Nama folder

Misal flash disk saya di drive (E:),maka saya akan ketik:

RD / S / Q \\.\E:\autorun.inf (jangan lupa beri 'spasi' ya) dan klik Enter.

Delete autorun.inf and RECYCLER after virus infection.

Dan lihat sob,file Autorun.Inf sudah hilang bukan? :D

Cara menghapus virus ramnit (recycled, autorun.inf)

Nah,untuk menghilangkan folder 'RECYCLER' sobat ketik seperti ini sob:

RD / S / Q \\.\E:\RECYCLER (jangan lupa beri 'spasi' ya)lalu klik Enter.

Untuk,menghapus file-file Shortcut yang tersisa,dapat dilakukan dengan cara menghapus seperti biasa:

Cara Menghapus Virus Autorun.inf.

Dan TADA!!!

Cara Menghilangkan virus Autorun.inf.
Flashdisk sudah bebas virus,Insya Allah,selamat mencoba dan semoga berhasil ya gan! :D

Minggu, 09 Februari 2014

Lirik Margareth - Burju do ho inang

Margareth - Burju do ho inang

Aut sura na adong nian
Sibahenon ni dainang i
Ndang na laho
Taononhu be songon on

Burju do ho inang
Lao manarihon au
Sabar ho inang manganju au
Unang pola ho mangapian i
Ingkon jaloon do sude namasa i

Ingkon do sonang au
Ido janjimi tu au inang
Dibahen ho nasa gogom tu au inang
Tung hansit manang parir
Di taon ho do dainang
Holan pasonang ngolu ni borumon

Ingotonhu do dengggan ni basami...

Sabtu, 01 Februari 2014

Biografi Dr. Muhammad Yahya Waloni

Dr. Muhammad Yahya waloni mantan pendeta masuk islam

Adaha Nadjemuddin, Tolitoli : PAGI menjelang siang hari itu, nuansa Idul Fitri 1427 Hijriah masih terasa di Tolitoli. Hari itu baru memasuki hari ke-9 lebaran. Kendati terik panas matahari masih mengitari Tolitoli dan sekitarnya, tetapi denyut aktivitas warga tetap seperti biasa.
Begitupun di sekitar Jalan Bangau, Kelurahan Tuweley, Kelurahan Baru, Kabupaten Tolitoli. Aktivitas sehari-hari warga berjalan seperti biasa.
Kecuali di salah satu rumah kost di jalan itu, pintunya tampak masih tertutup rapat. Di rumah kost inilah, Yahya Yopie Waloni (36), bersama istrinya Lusiana (33) dan tiga orang anaknya tinggal sementara.
“Pak Yahya bersama istrinya baru saja keluar. Sebaiknya bapak tunggu saja di sini, sebelum banyak orang. Karena kalau pak Yahya ada di sini banyak sekali tamunya. Nanti bapak sulit ketemu beliau,” jelas ibu Ani, tetangga depan rumah Yahya kepada Radar Sulteng.
Yahya bersama istrinya memeluk Islam secara sah pada hari Rabu, 11 Oktober 2006 pukul 12.00 Wita melalui tuntunan Komarudin Sofa, Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli. Hari itulah Yahya dengan tulus mengucapkan dua kalimat syahadat.
Setelah memeluk Islam, nama Yahya Yopie Waloni diganti dengan Muhammad Yahya, dan istrinya Lusiana diganti dengan Mutmainnah. Begitupun ketiga anaknya. Putri tertuanya Silvana (8 tahun) diganti dengan nama Nur HidayahSarah (7 tahun) menjadi Siti Sarah, dan putra bungsunya Zakaria (4 tahun) tetap menggunakan nama itu.
Mohammad Yahya sebelum memeluk Islam, pernah menjabat Ketua Sekolah Tinggi Theologia Calvinis di Sorong tahun 2000-2004. Saat itu juga ia sebagai pendeta dengan status sebagai pelayan umum dan terdaftar pada Badan Pengelola Am Sinode GKI di tanah Papua, Wilayah VI Sorong-Kaimana. Ia menetap di Sorong sejak tahun 1997. Tahun 2004 ia kemudian pindah ke Balikpapan. Di sana ia menjadi dosen di Universitas Balikpapan (Uniba) sampai tahun 2006. Yahya menginjakkan kaki di kota Cengkeh, Tolitoli, tanggal 16 Agustus 2006.
Sambil menunggu kedatangan Yahya, ibu Ani mempersilakan Radar Sulteng masuk ke rumahnya. Sebagai tetangga, Ibu Ani tahu banyak aktivitas yang terjadi rumah kontrakan Yahya. “Pak Yahya pindah di sini kira-kira baru tiga minggu lalu. Sejak pindah, di sini rame terus. Orang-orang bergantian datang. Ada yang datang dengan keluarganya. Malah ada yang rombongan dengan truk dan Kijang pickup. Karena rame sekali terpaksa dibuat sabua (tenda, red) dan drop kursi dari kantor Lurah Tuweley,” cerita ibu Ani.
Hari pertama Yahya pindah di Jalan Bangau itu, orang-orang berdatangan sambil membawa sumbangan. Ada menyumbang belanga, kompor, kasur, televisi, Alquran, gorden dan kursi. Mereka bersimpati karena Yahya sekeluarga saat pindah dari tempat tinggal pertamanya hanya pakaian di badan. Rumah yang mereka tempati sebelumnya di Tanah Abang, Kelurahan Panasakan adalah fasilitas yang diperoleh atas bantuan gereja. Sehingga barang yang bukan miliknya ia tanggalkan semuanya.
Tidak lama menunggu di rumah Ibu Ani, datang dua orang ibu-ibu yang berpakaian dinas pegawai negeri sipil. Keduanya juga mampir di rumah Ibu Ani. Salah satu dari mereka adalah Hj Nurdiana, pegawai di Balitbang Diklat, Pemkab Tolitoli. Ibu berjilbab ini ternyata guru mengaji. Dia adalah guru mengaji yang khusus membimbing istri Yahya.
“Saya baru tiga kali pertemuan dengan ibu Yahya. Supaya ibu Yahya mudah memahami huruf hijjaiyah, saya menggunakan metode albarqy. Alhamdulillah sekarang sedikit sudah bisa,” kata Nurdiana.
Menurutnya, dia tidak kesulitan mengajari ibu Yahya. Malah, katanya, ibu Yahya cepat sekali memahami huruf-huruf hijaiyah yang diajarkan. Karena itu dia memperkirakan kemungkinan dalam waktu tidak lama ibu Yahya sudah bisa lancar mengaji.
Hanya sekitar 20 menit menunggu di rumah ibu Ani, bunyi kendaraan sepeda motor butut milik Yahya terdengar memasuki halaman rumah kontrakannya. Radar Sulteng diterima dengan senang hati, lalu dipersilakan duduk di sofa. Sementara Yahya memilih duduk di lantai alas karpet. Badannya disandarkan ke kursi sofa. “Kita lebih senang duduk di bawah sini,” tuturnya dengan logat kental Manado.
Cara duduk Yahya, tampak tidak tenang. Sesekali ia membuka kedua selangkangnya. Ternyata karena baru beberapa hari selesai disunat. “Setelah tiga hari saya masuk Islam, saya langsung minta disunat di rumah ini,” cerita Yahya, sesekali disertai canda.
Penataan interior rumah kost Yahya tampak apik. Di dinding ruang tamu tampak terpampang kaligrafi ayat kursi yang dibingkai dengan warna keemasan. Di sisi lain, kaligrafi Allah-Muhammad juga terpampang. Di meja ruang tamu terdapat dua buah Alquran lengkap terjemahannya. Di tengah meja itu, juga masih ada tiga toples kue lebaran. “Rumah ini saya kontrak sementara. Saya sudah bayar Rp2,5 juta,” rinci Yahya.
Di tengah asiknya bercerita, istri Yahya, Mutmainnah menyuguhkan beberapa cangkir teh panas. “Silakan diminum air panasnya,” kata ibu tiga anak ini yang saat itu mengenakan jilbab cokelat.
Tidak lama kemudian, dia masuk di salah satu kamar dan mengajak guru mengajinya Hj Nurdiana bersama rekannya. Dari balik kamar itulah terdengar suara Mutmainnah yang sedang mengeja satu per satu huruf hijaiyah. Terdengar memang masih kaku, tetapi berulang-ulang satu per satu huruf-huruf Alquran itu dilafalkannya.
Lain halnya dengan suaminya, Yahya. Pria kelahiran Manado ini mengaku sudah bisa melafalkan beberapa ayat setelah beberapa kali diajarkan mengaji oleh Komarudin Sofa. Selain Komarudin, selama ini ia juga mendapat bimbingan dari ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tolitoli, Yusuf Yamani. “Hanya lima menit saya diajarkan. Saya langsung paham. Surat Fatihah saya sudah hafal,” ujar Yahya.
Selain belajar mengaji dan menerima tamu, aktivitas Yahya juga kerap menghadiri undangan di beberapa masjid. Tidak hanya dalam kota, tetapi sampai ke desa-desa di Kabupaten Tolitoli. “Saya ditemani beberapa orang. Ada juga dari Departemen Agama,” katanya.
Yahya bersama istrinya memeluk Islam secara sah pada hari Rabu, 11 Oktober 2006 pukul 12.00 Wita melalui tuntunan Komarudin Sofa, sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli. “Hari itu saya sudah mengucapkan dua kalimat syahadat yang dituntun Pak Komarudin,” cerita Yahya. Apa yang melatari sampai Yahya dan keluarganya memeluk Islam.
Mengalami Mimpi yang Sama dengan Istrinya
Pak Yahya, begitu sapaan akrabnya. Pria kelahiran Manado tahun 1970 ini lahir dari kalangan terdidik dan disiplin. Ayahnya seorang pensiunan tentara. Sekarang menjabat anggota DPRD di salah satu kabupaten baru di Sulawesi Utara. Sebagai putra bungsu dari tujuh bersaudara, Yahya saat bujang termasuk salah seorang generasi yang nakal. “Saya tidak perlu cerita masa lalu saya. Yang pasti saya juga dulu pernah nakal,” tukasnya.
Lantaran kenakalannya itulah mungkin, sehingga beberapa bagian badannya terdapat bekas tato. Di lengannya terdapat bekas luka setrika untuk menghilangkan tatonya. “Ini dulu bekas tato. Tapi semua sudah saya setrika,” katanya sambil menunjuk bekas-bekas tatonya itu.
Postur tubuhnya memang tampak mendukung. Tinggi dan tegap. Meski ia pernah nakal, tetapi pendidikan formalnya sampai ke tingkat doktor. Ia menyandang gelar doktor teologi jurusan filsafat. Saat ditemui, Yahya memperlihatkan ijazah asli yang dikeluarkan Institut Theologia Oikumene Imanuel Manado tertanggal 10 Januari 2004. Sehingga titel yang didapatnya pun akhirnya lengkap menjadi Dr. Yahya Yopie Waloni, S.TH, M.TH.
Sebelum menyatakan dirinya masuk Islam, beberapa hari sebelumnya Yahya mengaku sempat bertemu dengan seorang penjual ikan, di rumah lamanya, kompleks Tanah Abang, Kelurahan Panasakan, Tolitoli. Pertemuannya dengan si penjual ikan berlangsung tiga kali berturut-turut. Dan anehnya lagi, jam pertemuannya dengan si penjual ikan itu, tidak pernah meleset dari pukul 09.45 Wita.
Kepada saya, si penjual ikan itu mengaku namanya Sappo (dalam bahasa Bugis artinya sepupu). Dia juga panggil saya Sappo. Tapi dia baik sekali dengan saya,” cerita Yahya.
Setiap kali ketemu dengan si penjual ikan itu, Yahya mengaku berdialog panjang soal Islam. Tapi Yahya mengaku aneh, karena si penjual ikan yang mengaku tidak lulus Sekolah Dasar (SD) tetapi begitu mahir dalam menceritakan soal Islam.
Pertemuan ketiga kalinya, lanjut Yahya, si penjual ikan itu sudah tampak lelah. “Karena saya lihat sudah lelah, saya bilang, buka puasa saja. Tapi si penjual ikan itu tetap ngotot tidak mau buka puasanya,” cerita Yahya.
Sampai saat ini Yahya mengaku tidak pernah lagi bertemu dengan penjual ikan itu. Si penjual ikan mengaku dari dusun Doyan, desa Sandana (salah satu desa di sebelah utara kota Tolitoli). Meski sudah beberapa orang yang mencarinya hingga ke Doyan, dengan ciri-ciri yang dijelaskan Yahya, tapi si penjual ikan itu tetap tidak ditemukan.
Sejak pertemuannya dengan si penjual ikan itulah katanya, konflik internal keluarga Yahya dengan istrinya meruncing. Istrinya, Lusiana (sekarang Mutmainnah, red), tetap ngotot untuk tidak memeluk Islam. Ia tetap bertahan pada agama yang dianut sebelumnya. “Malah saya dianggap sudah gila,” katanya.
Tidak lama setelah itu, kata Yahya, tepatnya 17 Ramadan 1427 Hijriah atau tanggal 10 Oktober sekitar pukul 23.00 Wita. Ia antara sadar dengan tidak mengaku mimpi bertemu dengan seseorang yang berpakaian serba putih, duduk di atas kursi. Sementara Yahya di lantai dengan posisi duduk bersila dan berhadap-hadapan dengan seseorang yang berpakaian serba putih itu. “Saya dialog dengan bapak itu. Namanya, katanya Lailatulkadar,” ujar Yahya mengisahkan.
Setelah dari itu, Yahya kemudian berada di satu tempat yang dia sendiri tidak pernah melihat tempat itu sebelumnya. Di tempat itulah, Yahya menengadah ke atas dan melihat ada pintu buka-tutupTidak lama berselang, dua perempuan masuk ke dalam. Perempuan yang pertama masuk, tanpa hambatan apa-apa. Namun perempuan yang kedua, tersengat api panas.
“Setelah saya sadar dari mimpi itu, seluruh badan saya, mulai dari ujung kaki sampai kepala berkeringat. Saya seperti orang yang kena malaria. Saya sudah minum obat, tapi tidak ada perubahan. Tetap saja begitu,” cerita Yahya.
Sekitar dua jam dari peristiwa itu, di sebelah kamar, dia mendengar suara tangisan. Orang itu menangis terus seperti layaknya anak kecil. Yahya yang masih dalam kondisi panas-dingin, menghampiri suara tangisan itu. Ternyata, yang menangis itu adalah istrinya, Lusiana.
Saya kaget. Kenapa istri saya tiba-tiba menangis. Saya tanya kenapa menangis. Dia tidak menjawab, malah langsung memeluk saya,” tutur Yahya.
Ternyata tangisan istri Yahya itu mengandung arti yang luar biasa. Ia menangis karena mimpi yang diceritakan suaminya kepadanya, sama dengan apa yang dimimpikan Mutmainnah. “Tadinya saya sudah hampir cerai dengan istri, karena dia tetap bertahan pada agama yang ia anut. Tapi karena mimpi itulah, malah akhirnya istri saya yang mengajak,” tandasnya.
Akhirnya, Yahya bersama istrinya memeluk Islam secara sah pada hari Rabu, 11 Oktober 2006 pukul 12.00 Wita melalui tuntunan Komarudin Sofa, Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli. Hari itulah Yahya dengan tulus mengucapkan dua kalimat syahadat.
Setelah memeluk Islam, nama Yahya Yopie Waloni diganti dengan Muhammad Yahya, dan istrinya Lusiana diganti dengan Mutmainnah. Begitu pun ketiga anaknya. Putri tertuanya Silvana (8 tahun) diganti dengan nama Nur Hidayah, Sarah (7 tahun) menjadi Siti Sarah, dan putra bungsunya Zakaria (4 tahun) tetap menggunakan nama itu.
Masuknya Yahya ke agama Islam, menimbulkan banyak interpretasi. Menurut Yahya, ada yang menyebut dirinya orang gila. Ada juga yang meragukannya, dan mungkin masih banyak interpretasi lain lagi tentang dirinya. “Tapi cukup saja sampai pada interpretasi, jangan lagi melebar ke yang lain,” pungkasnya.

Senin, 09 Desember 2013

Deretan Mobil - Mobil Semasa Kenangan Brian O'Connor AS Paul Walker ( Fast Fariuos )

Deretan Mobil yang Menemani Paul 'Brian O'Connor' Walker Semasa Hidup

    mohdrudihamzah8.blogspot.com 
  • | Desember  10  2013
  •  
Suasana berkabung sedang menyelimuti  dunia perfilman dunia pasca meninggalnya aktor Paul Walker dari seri film Fast & Furious. Aktor yang terkenal karena perannya sebagai Brian O'Conner meninggal di dalam mobil sport Porsche Carrera GT yang dikendarai rekannya.
Seperti diketahui, Paul mengalami kecelakaan hebat setelah menabrak pohon dalam kecepatan tinggi hingga akhirnya terbakar. Temannya yang juga meninggal tersebut adalah Roger Rodas, CEO dari Always Evolving, toko dan rumah modifikasi yang melibatkan sang aktor secara finansial di dalamnya.
Porsche Carrera GT nahas yang kini tak lagi berbentuk itu menjadi mobil terakhir yang dinaiki sang aktor sebelum ajal menjemput.
Berikut deretan mobil terbaik yang pernah ditunggangi Paul 'Brian O' Conner’ Walker selama membintangi film semasa hidupnya:
Mitsubishi Eclipse 1998
Mobil ini khusus dimodifikasi oleh FBI di film pertama The Fast and The Furious untuk Walker dalam operasinya sebagai opsir sekaligus detektif Brian O'Conner.
Mobil ini berbasis dari Eclipse GSX dan tenaga maksimum yang bisa diraih adalah 225 km/jam tanpa NOS (Nitrous Oxide Systems). Mobil ini sempat digunakan Brian dalam balap drag melawan Dom (Vin Diesel), sebelum akhirnya diledakkan geng motor.
 Toyota Supra 1995
Setelah kalah melawan Dom di balap jalanan, Brian membawakan Toyota Supra '95 untuk Dom demi melunasi hutang 'mobil 10 detik' setelah hancurnya Eclipse.
Dom kemudian membayar US$15 ribu untuk memperbaiki mobil tersebut dan kemudian menjadi mobil andalan Brian.
Pada akhirnya, mobil ini kembali diberikan Brian pada Dom setelah mobil Dodge Charger miliknya hancur terbaik pada skenario balap drag 1/4 mil yang melewati jalur kereta di akhir cerita The Fast and The Furious.

Mitsubishi 3000GT
Setelah membiarkan Dom pergi di akhir cerita The Fast and The Furious, Brian meninggalkan Los Angeles untuk menjelajahi seluruh negeri dengan Mitsubishi 3000GT karena menjadi buron setelah membantu Dom.
Namun, ia terpaksa melarikan diri dari mobil karena mobilnya ketahuan diparkir di sebuah motel. Meski jarang diekspos, mobil tersebut bisa Anda lihat dalam video berikut.
 Mitsubishi Lancer EVO VII 2002
Mobil ini diberikan untuk Brian dalam misinya di film 2 Fast 2 Furious bersama Roman Pearce (Tyrese Gibson) untuk raja obat-obatan Carter Verone.
Mobil ini terkenal lewat skenario tertembus alat perusak sistem mobil yang dilontarkan helikopter polisi.
Yenko Camaro 1969
Mobil American Muscle ini dilengkapi dengan kursi pelontar dan terkenal dalam skenario ketika digunakan Brian untuk mengejar Carter Verone yang sudah berada dalam kapal yacht, dengan melontarkan mobil pada jalan menanjak hingga meluncur menabrak atas kapal.
 Nissan Skyline GT-R R34 1999
Mobil ini mungkin adalah mobil favorit dan paling dikenal dari Paul 'Brian O'Conner' Walker.
Mobil ini sangat mencolok dengan neon glow biru terang di bawah mobil ketika digunakan Brian pada beberapa skenario balap jalanan di 2 Fast 2 Furious.

Nissan Skyline GT-R R34 2002
Dalam film berikutnya, Fast & Furious, mobil ini digunakan Brian untuk memenangkan perlombaan dan memperoleh slot di tim Braga.
Brian sebenarnya memperoleh dua Nissan Skyline sitaan LAPD dari FBI, namun ia mengkanibal salah satu mobilnya untuk stok suku cadang. Ia juga menukar turbo standar di mesin RB26DETT dengan turbo yang lebih bertenaga.

Subaru Impreza WRX STi 2008
Mobil ini diberikan oleh Dom setelah Skyline dari FBI tersebut diledakkan dengan kembali membahas masalah hutang 'mobil 10 detik'.
Ia mengendarai mobil ini hampir di keseluruhan Fast & Furious termasuk ketika menangkap Braga di katedral di Meksiko.

Ford Escort MK1 1970
Mobil lawas ini digunakan oleh Brian di Spanyol untuk menangkap Shaw dan tank yang dicuri.
Berwarna dominan biru khas Brian, mobil ini cukup terkenal karena didaulat menjadi salah satu wallpaper resmi film Fast & Furious 6.
 Nissan GT-R 2012
Mobil ini terlihat di akhir film Fast & Furious 6 selama skenario pesta barbekyu di taman belakang rumah bersama Dom, Mia dan anak Brian yang telah dilahirkannya.
Mobil ini menjadi mobil terakhir yang digunakan Brian pada perannya di seri Fast & Furious selama ia masih hidup.

Sony Xperia Z1 And Specifikasi


Sony Xperia Z1 merupakan smartphone kategori high-end dengan performa dan fitur yang luar biasa. Bisa jadi smartphone ini adalah salah satu smartphone dambaan sejuta umat untuk saat ini.

Skor pengujian AnTuTu Benchmark yang mencapai 34.466 dan kamera 20,7 MP menjadi bukti ketangguhan smartphone besutan Sony ini. Dan juga seperti kelas Sony Xperia Z yang lain, kemampuan "berendam" didalam air pada kedalam 1,5 meter selama 30 menit menjadikannya unik dibandingkan dengan smartphone kompetitornya.

Dengan segala kelebihan yang dimiliki menjadikan review Sony Xperia Z1 tidak akan mudah dan akan lebih terkesan "mendewakan" smartphone ini. Karena dengan harga yang tinggi tentu menjadi salah satu patokan (meski tidak selalu) kualitas suatu perangkat android.

Sony Xperia Z1
mohdrudihamzah8.blogspot.com



Desain


Dimensi 144 x 74 x 8.5 mm dengan berat 170 gr. Menggunakan material alumunium yang dibalut dengan material kaca anti pecah dan anti gores. Kemampuan tahan airnya disertifikasi IP58 sama dengan Sony Xperia Z Ultra.

Navigasi yang lengkap terdapat pada seluruh body Sony Xperia Z1. Mulai dari pengatur volume suara, dan shutter camera. Selain itu juga terdapat konektor dock, port microUSB, slot microSD, slot micro SIM, lubang mic dan tombol power/lock serta reset button.

Sepintas desain Sony Xperia Z1 mirip dengan Z Ultra, tetap dengan desain persegi panjang dan sedikit lengkungan di empat sudutnya. Yang membedakan adalah dimensi dan adanya lis dari bahan alumunium mengkilap yang mengelilingi smartphone ini.


Layar dan Kamera


Layar Sony Xperia Z1 adalah salah satu keunggulan utama smartphone ini. Layar lebar TFT kapasitif 5 inch yang mampu menampilkan 16 juta warna melalui resolusi 1920x1080 pixel. Kerapatan pixel yang ditawarkan mencapai 441 pi membuat Xperia Z1 memiliki ketajaman dan kemampuan mempertahankan kualitas layar dibawah sinar matahari.

Demikian juga pada kamera, Sony Xperia Z1 tidak hanya menawarkan jepretan sampai 20,7 MP tetapi juga dilengkapi juga dengan banyak fitur kamera diantaranya Lensa G, BIONZ, Exmor RS for Mobile, autofocus, LED flash, Geo-tagging, touch focus, face detection, image stabilization, HDR, sweep panorama. Untuk melakukan perekaman video, Anda akan mendapatkan hasil dengan kualitas 1080p@30fps, dan fitur continuous autofocus, video light, video stabilizer, HDR.  

Hardware


Dapur pacu Xperia Z1 menggunakan hardware yang sama dengan Xperia Z Ultra yaitu  Prosesor Quad-core 2.2 GHz Krait, Qualcomm MSM8974 chipset, Snapdragon 800, dukungan grafis Adreno 330 GPU,  2GB RAM, Internal Storage: 16 GB , external: up to 64 GB.

Dengan dapur pacu sekelas ini, Anda tidak akan menemukan masalah dalam segi performa. Anda dapat bermain game, menonton video, memutar musik dengan lancar. 

Daya baterai sangat besar Li-Ion 3000 mAh. Itupun masih didukung oleh fitur Stamina Mode khas Sony. Dengan fitur ini baterai akan mampu menopang kebutuhan daya dalam jangka waktu yang lebih lama.


Beberapa kekurangan untuk Sony Xperia Z1

  • Karena mengusung konsep unibody, Anda tidak bisa mengganti baterai sendiri. Jika ada masalah dan ingin melakukan penggantian baterai, Anda bisa melakukannya melalui service center Sony.
  • Kualitas suara loudspeaker yang standar. Mungkin ini adalah salah satu bagian yang dikorbankan untuk memberikan kelebihan pada kamera.
  • Video player tidak mendukung format DivX dan XviD





GENERAL2G NetworkGSM 850 / 900 / 1800 / 1900 - all versions
3G NetworkHSDPA 850 / 900 / 1700 / 1900 / 2100 - all versions
4G NetworkLTE 800 / 850 / 900 / 1700 / 1800 / 1900 / 2100 / 2600 - C6903
LTE 700 / 850 / 900/ 1700 / 1900 / 2100 / 2600 - C6906
LTE 800 / 850 / 900/ 1700 / 1800 / 1900 / 2100 / 2600 - C6943
SIMMicro-SIM
Announced2013, September
StatusAvailable. Released 2013, September
BODYDimensions144 x 74 x 8.5 mm (5.67 x 2.91 x 0.33 in)
Weight170 g (6.00 oz)
- IP58 certified - dust proof and water resistant over 1 meter and 30 minutes
DISPLAYTypeTFT capacitive touchscreen, 16M colors
Size1080 x 1920 pixels, 5.0 inches (~441 ppi pixel density)
MultitouchYes, up to 10 fingers
ProtectionShatter proof and scratch-resistant glass
- Triluminos display
- X-Reality Engine
SOUNDAlert typesVibration; MP3 ringtones
LoudspeakerYes
3.5mm jackYes
MEMORYCard slotmicroSD, up to 64 GB
Internal16 GB, 2 GB RAM
DATAGPRSUp to 107 kbps
EDGEUp to 296 kbps
SpeedHSDPA, 42 Mbps; HSUPA, 5.8 Mbps; LTE, Cat4, 50 Mbps UL, 150 Mbps DL
WLANWi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, Wi-Fi Direct, DLNA, Wi-Fi hotspot
BluetoothYes, v4.0 with A2DP, ANT+
NFCYes
USBYes, microUSB v2.0 (MHL), USB On-the-go
CAMERAPrimary20.7 MP, autofocus, LED flash, check quality
Features1/2.3'' sensor size, geo-tagging, touch focus, face detection, image stabilization, HDR, panorama
VideoYes, 1080p@30fps, video stabilization, HDR, check quality
SecondaryYes, 2 MP, 1080p@30fps
FEATURESOSAndroid OS, v4.2 (Jelly Bean)
ChipsetQualcomm MSM8974 Snapdragon 800
CPUQuad-core 2.2 GHz Krait 400
GPUAdreno 330
SensorsAccelerometer, gyro, proximity, compass
MessagingSMS (threaded view), MMS, Email, IM, Push Email
BrowserHTML5
RadioStereo FM radio with RDS
GPSYes, with A-GPS support and GLONASS
JavaYes, via Java MIDP emulator
ColorsBlack, White, Purple
- ANT+ support
- SNS integration
- TV-out (via MHL A/V link)
- Active noise cancellation with dedicated mic
- MP4/H.263/H.264 player
- MP3/eAAC+/WAV/Flac player
- Document viewer
- Photo viewer/editor
- Voice memo/dial
- Predictive text input
BATTERYNon-removable Li-Ion 3000 mAh battery
Stand-byUp to 880 h (2G) / Up to 850 h (3G)
Talk timeUp to 13 h 50 min (2G) / Up to 15 h (3G)
Music playUp to 110 h


mohdrudihamzah8.blogspot.com mohdrudihamzah8.blogspot.commohdrudihamzah8.blogspot.com
mohdrudihamzah8.blogspot.com
mohdrudihamzah8.blogspot.com